Tampilnya China Sebagai Sebuah Kekuatan

Hubungan-hubungan China-Amerika yang sengit menciptakan kesempatan besar kepada daulah al-Khilafah di masa depan untuk mewujudkan perubahan di sejumlah medan. Ini akan banyak bergantung pada titik sentral daulah al-Khilafah.

Harus Ada Perubahan Mendasar!

Banyak tokoh umat yang berhadir dalam Konferensi Tokoh Umat 1433 H, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 17 Mei 2012 kemarin. 6 diantaranya sempat diwawancarai oleh tim Maktab I’lamiy DPD I HTI Kalsel, berikut tanggapan, kesan, dan harapan mereka terkait perjuangan penegakan Khilafah.

Sejarah Umat Islam Indonesia, Sejarah Perjuangan Syariah dan Khilafah

Sudah menjadi rahasia umum di antara orang/pejabat Belanda bahwa banyak sultan di Indonesia memberikan baiat (sumpah kesetiaan dan kepatuhan)-nya kepada Khalifah di Istanbul. Dengan itu secara efektif membuat kaum Muslim menjadi warga negara Khilafah (Negara Islam). Kaum Muslim di Aceh adalah yang paling menyadari akan status mereka. Koran Sumatera Post menulis tentang ini pada tahun 1922, “Sesungguhnya kaum Muslim Aceh mengakui Khalifah di Istanbul.”

Budaya Sampah dan Generasi Sampah

Amerika Serikat yang sudah menjadi kerajaan Zionisme itu, bukan hanya melakukan invasi militer ke Irak, Afghanistan, Palestina, Yaman, dan sejumlah negara lainnya dengan menggunakan kekuatan militernya, tetapi kerajaan Zionisme itu dengan menggunakan budayanya (Barat) berhasil menghancurkan generasi muda Islam.

Diskusi Irshad Manji di UGM Gagal

Feminis lesbian penghina Nabi yang kontroversial kembali mengalami penolakan atas kehadirannya. Kali ini dari ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia Chapter UGM. Massa yang melakukan aksinya di depan Bundaran UGM memakai jas almamater dan membawa poster yang bertuliskan Tolak Kedatangan Irshad Manji.

Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum. Tampilkan semua postingan

1/04/2012

HAM (Hak Asasi Manusia atau Monster)?

Umat Islam mengalami penindasan HAM Barat

Pemikiran umat Islam abad ini telah terkontaminasi oleh gundik-gundik Barat yang tak tahu malu akan dirinya sebagai seorang insan. HAM (Hak Asasi Manusia) yang dijunjung tinggi oleh mereka dengan harap-harap cemas bisa memanusiakan manusia. Namun persepsi-persepsi mereka ternyata secara empirik, HAM  tak lain dan tak bukan adalah Hak Asasi Monster. Mengapa saya berani mengatakan seperti ini? Memang secara teoritis, HAM yang telah dideklarasikan oleh Amerika Serikat pada waktu kemerdekaannya memang ada. HAM di AS sendiri sebenarnya hasil inspirasi dari pernyataan seorang filsuf John Locke. Ia pernah mengatakan kepada masyarakat Yunani Kuno pada tahun 1690,”Asalnya merupakan campuran dimana sekolah-sekolah filsafat pada abad ke-18 sama-sama menjadikan tempat minum (rujukan)…. Dan ia adalah ibu kandung dari sekolah hak alami”. (Andrew Huriou, Al Qanun ad-Dusturi wa al-Muassasah as Siyassiyah,1/179, al-Ahliyyah li an-Nasyr wa at-Tawzi’, Beirut. 1974).

Pernyataan John Locke hanya dibatasi sekedar kekuasaan politik penguasa dan atas pengakuan atas hak-hak individu semata. Jadi bisa dilihat dari sini, dalam pengambilan hukumnya disesuaikan oleh hak-hak alami individu. Undang-undang yang dibuat pun disesuaikan oleh keadaan individu. Tentunya apa yang dipikirkan oleh manusia hanya bersifat terbatas meski yang memikirkan sebuah konsep ini adalah banyak orang. Hak asasi yang manusia buat ternyata malah menjadikan monster bagi manusia lainnya. Monster ini siap membunuh siapapun yang tidak sesuai dengan kehendak mereka.